LAMONGAN, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi para petani padi di Kabupaten Lamongan. Langkah modernisasi sektor pertanian ini diharapkan mampu menekan angka kehilangan hasil panen (losses) sekaligus memacu produktivitas daerah sebagai salah satu lumbung pangan utama.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut positif dukungan alsintan tersebut. Ia optimistis total produksi padi Lamongan pada tahun 2026 mampu melampaui raihan tahun 2025 yang tercatat sekitar 1,335 juta ton. Dilansir dari kompas.com, Sabtu, (17/10/2026).
"Insya Allah jumlah produksi padi tahun ini kita akan bisa melampaui produksi tahun 2025 kemarin. Tahun ini sampai hari ini sudah mencapai 1,2 juta ton dan masih ada musim tanam kembali," ujar Yuhronur.
Penerapan teknologi pertanian modern dinilai menjadi kunci utama efisiensi panen. Pada metode tradisional, tingkat kehilangan hasil panen diperkirakan mencapai 9 hingga 11 persen. Namun, dengan penggunaan alsintan modern, potensi losses tersebut dapat ditekan signifikan hingga tersisa 1 sampai 2 persen saja.
"Harapan kami, alsintan ini akan meningkatkan produktivitas dari seluruh petani padi yang ada di Lamongan. Kami terus melakukan mekanisasi pertanian, modernisasi pertanian dengan berbagai alat-alat pertanian," lanjutnya.
Di sisi kesejahteraan petani, Yuhronur mengungkapkan bahwa harga gabah di tingkat petani Lamongan saat ini berada dalam kondisi menguntungkan, yakni pada kisaran Rp 8.600 hingga Rp 8.800 per kilogram. Angka ini jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Untuk mengawal kelancaran pasokan pupuk dan sarana produksi lainnya, Pemkab Lamongan memperkuat rantai distribusi melalui optimalisasi jaringan Koperasi Desa Merah Putih.
Tak hanya fokus pada komoditas padi, Pemkab Lamongan juga mempercepat pengembangan sektor hortikultura dan perkebunan, khususnya jagung dan tebu.
Dukungan terhadap pencapaian target swasembada gula nasional diwujudkan melalui program bongkar ratoon tebu. Hingga saat ini, realisasi program tersebut telah mencapai sekitar 1.200 hektare, melampaui target awal yang ditetapkan seluas 1.100 hektare. (ivan)