SURABAYA, PustakaJC.co - PKB resmi mengusung Luluk-Lukmanul untuk maju di Pilgub Jatim 2024. Mereka telah mendaftar ke KPU pada Kamis (29/8/2024).
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, mengungkapkan alasan di balik keputusan partainya untuk mengusung anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Luluk Nur Hamidah, dalam pemilihan gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Luluk menambah daftar sosok perempuan yang akan bertarung di Pilkada Jatim 2024.
Selain Luluk, bakal calon gubernur Jatim lainnya adalah Gubernur Jatim periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Sosial yang juga mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma.
Lalu, siapakah sosok Luluk?
Luluk adalah anggota DPR untuk periode 2019-2024 dari Dapil Jawa Tengah IV, yang mencakup Kabupaten Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri. Perempuan kelahiran 25 Juni 1971 ini juga menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PKB untuk periode yang sama.
Sebelum memasuki dunia politik, Luluk pernah menjadi dosen di Universitas Nasional dan Universitas Nahdlatul Ulama.
Pendidikan Sarjana (S1) Luluk ditempuh di IAIN Sunan Ampel Malang. Kemudian, ia melanjutkan program S2 Ilmu Sosiologi di Universitas Indonesia, serta S2 di Lee Kuan Yew School of Public Policy Singapura dengan jurusan Publik Administrasi.
Sebelum bergabung dengan PKB, Luluk aktif di berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Korps Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri pada tahun 1997-2000, dan sebagai wakil ketua sekretaris jenderal PP RMI-PBNU pada tahun 2005-2010.
Luluk juga tercatat sebagai pengurus di Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PP LKK NU) dan KNPI. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Konsultan di Sekolah Citra Alam dan Direktur Yayasan Masyarakat AHIMSA pada tahun 2001-2010.
Nama Luluk beberapa kali menarik perhatian publik. Salah satunya, ketika ia vokal menyebut Pemilu 2024 sebagai pemilu paling brutal yang pernah diikutinya sejak reformasi. Luluk juga mendukung wacana hak angket bersama tiga anggota dewan dari F-PKS dan F-DIP untuk mendalami dugaan kecurangan Pemilu 2024 dan menunjukkan kepedulian terhadap isu keterwakilan perempuan dalam politik.
Pada Agustus 2021, Luluk juga menarik perhatian karena menggelar pernikahan di tengah PPKM Level 4 yang sedang berlangsung di Solo, dan kemudian meminta maaf setelah acaranya dibubarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo. (int)