PAN Dukung Pertemuan Mantan Presiden sebagai Simbol Persatuan di Tengah Perbedaan

parlemen | 26 Maret 2025 04:55

PAN Dukung Pertemuan Mantan Presiden sebagai Simbol Persatuan di Tengah Perbedaan
Eko Hendro Purnomo dan Prabowo Subianto. (dok disway.id)

 

JAKARTA, PustakaJC.co - Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik wacana pertemuan para mantan Presiden bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam satu forum kebangsaan. Sekjen PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, menilai pertemuan semacam ini menjadi simbol persatuan di tengah perbedaan politik yang kerap memanas.

"Wacana yang disampaikan Mbak Puan soal kemungkinan para mantan Presiden berkumpul dalam satu forum atau pertemuan, seperti di acara ulang tahun Mas Didit, adalah ide yang sangat baik," kata Eko kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).

Eko menegaskan, jika para pemimpin negara bisa duduk bersama meski memiliki perbedaan pandangan politik, maka itu menjadi bukti nyata bahwa demokrasi di Indonesia tetap sehat dan dewasa. Dikutip dari detik.com. Rabu, (26/3/2025).

"Kalau para mantan Presiden bisa duduk bersama dalam suasana yang hangat dan terbuka, itu akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa semangat kebersamaan dan persatuan masih sangat kuat, meskipun mereka pernah berada di jalur politik yang berbeda," tegasnya.

Menurutnya, perbedaan politik tak semestinya berujung pada perpecahan. Justru, Eko menilai bahwa pengalaman para mantan Presiden dalam memimpin bangsa bisa menjadi masukan berharga bagi Presiden terpilih Prabowo.

"Kalau mereka bisa saling bertukar pikiran dan memberikan masukan kepada Presiden Prabowo dan pemerintahan sekarang, tentu itu akan menjadi kontribusi yang sangat berharga. Masukan itu bisa soal kebijakan, pendekatan dalam memimpin, atau hal-hal strategis lainnya," lanjut Eko.

Lebih jauh, PAN memandang pertemuan ini bukan sekadar simbolik, tetapi berpotensi berkembang menjadi ruang diskusi kebangsaan yang lebih besar, yang mempertemukan pengalaman masa lalu dengan tantangan masa depan.

"Kami sangat mendukung kalau wacana ini benar-benar diwujudkan. Ini langkah yang baik untuk membangun kolaborasi lintas generasi pemimpin, dan menunjukkan kepada publik bahwa kepemimpinan tidak berhenti setelah masa jabatan selesai," papar Eko.

Wacana ini mencuat setelah Ketua DPR Puan Maharani menanggapi momen hangat di ulang tahun Didit Hediprasetyo yang dihadiri anak dan mantu mantan Presiden. Puan membuka peluang adanya pertemuan para mantan Presiden di masa mendatang.

"Insyaallah, tidak ada yang tidak mungkin. Silaturahmi itu selalu akan bisa dilakukan," ujar Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/3).

Meski belum ada kepastian waktu, Puan optimistis momen yang tepat untuk mengumpulkan para mantan pemimpin bangsa pasti akan datang.

"Jadi mungkin tidak sekarang, tapi Insyaallah akan terjadi," tutup Puan. (ivan)