Kampung Pandu Lamongan, Simbol Ketahanan Pangan Masa Depan Tanpa Limbah

parlemen | 17 Juni 2025 14:36

Kampung Pandu Lamongan, Simbol Ketahanan Pangan Masa Depan Tanpa Limbah
Peresmian Kampung Pandu di Lamongan. (dok detik)

LAMONGAN, PustakaJC.co - Dari bekas lintasan motorcross menjadi kampung nol limbah, Kampung Pandu di Lamongan hadir sebagai wajah baru ketahanan pangan terpadu Jawa Timur. Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya langsung meresmikan kawasan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan ini.

 

Kampung Ketahanan Pangan Terpadu atau Kampung Pandu yang dikembangkan Kodim 0812 Lamongan resmi diluncurkan di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Senin, (16/6/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut kawasan ini bukan hanya mendukung green economy, tapi juga menyentuh sektor blue economy dengan integrasi sistem pertanian, peternakan, dan perikanan. Dilansir dari detik.com, Selasa, (17/6/2025).

 

“Kalau ada yang bertanya seperti apa konsep blue economy, tidak usah jauh-jauh. Silakan datang ke Kampung Pandu Lamongan. Ekosistemnya terbangun dari hulu ke hilir, dan recycle-nya luar biasa,” ujar Khofifah saat peresmian.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa konsep integrated farming bukan soal lokasi bersama, melainkan soal sinergi antar sektor. “Kami ingin potensi yang ada dimanfaatkan satu sama lain. Ini tidak mudah, tapi penting untuk terus dikembangkan,” jelasnya.

 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut kampung ini kini bebas residu. “Dulu tempat ini arena motorcross. Kini jadi kampung pangan terpadu. Tidak ada sisa. Limbah peternakan jadi pupuk, sisa pertanian jadi pakan ternak. Semuanya diolah,” ujarnya.

 

Kodim 0812 Lamongan juga sukses mengembangkan varietas padi unggul PJM 01 hingga PJM 04. Kampung Pandu kini menjadi pusat riset kolaboratif Satgas Sego Boran (Sinergi dan Kolaborasi untuk Negeri) guna mendorong swasembada pangan berbasis teknologi tepat guna.

 

Kampung Pandu bukan hanya contoh sukses inovasi desa, tapi juga tonggak penting menuju kemandirian pangan nasional. Dengan nol residu, teknologi lokal, dan kolaborasi. (ivan)