Khofifah Usulkan Prodi Islamic Finance di UINSA, Pecah Telur Luluskan Tiga Doktor LPPD

parlemen | 03 Juli 2025 19:53

Khofifah Usulkan Prodi Islamic Finance di UINSA, Pecah Telur Luluskan Tiga Doktor LPPD
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus hadir dalam Ujian Disertasi Terbuka tiga orang penerima beasiswa LPPD di Gedung Amphitheater UINSA. (dok akuratmedia)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan pendirian Program Studi (Prodi) Islamic Finance di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Usulan itu disampaikan saat menghadiri ujian terbuka tiga penerima beasiswa LPPD yang resmi meraih gelar doktor di bidang Pendidikan Islam.

Khofifah menyebut, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia justru belum memiliki prodi Islamic Finance di level pendidikan tinggi formal. Dilansir dari akuratnews.com, Kamis, (3/7/2025).

“Memang sudah ada kursus online seperti di Universitas Indonesia, tapi belum menjadi program studi strata tertentu,” ungkap Khofifah di Gedung Amphitheater UINSA, Rabu, (2/7/2025).

Gubernur Khofifah berharap UINSA bisa menjadi pelopor dalam pembentukan prodi tersebut. Ia menilai, pengembangan keilmuan keuangan syariah penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi umat dan menyiapkan SDM unggul.

“Mudah-mudahan UINSA bisa memecah telur lahirnya Prodi Islamic Finance pertama di Indonesia. Ini harus jadi plan of action bersama,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan utama bukan di pembukaan program studi, tapi pada ketersediaan tenaga pengajar. Karena itu, ia mendorong perluasan jejaring internasional ke kampus-kampus dunia yang sudah memiliki pakar di bidang tersebut.

“Kalau kita ikhtiar, Insyaallah bisa. Kita berjejaring, lalu kirim guru besar atau pakar Islamic Finance untuk mengajar di UINSA,” tambah Gubernur Jatim itu. 

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengucapkan selamat kepada tiga doktor penerima beasiswa LPPD Jatim:

•Nashrullah, dengan disertasi “Pendidikan Spiritual dalam Relasi Sosial Kyai-Santri di Pesantren”

•Anik Faridah, dengan disertasi “Transformasi Pesantren Ramah Anak”

•Akhmad Zakki Abd Razak, dengan disertasi “Ideologi Pendidikan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Implementasinya”

“Hari ini saya sebut sebagai momen ‘pecah telur’ karena meluluskan tiga doktor dari beasiswa LPPD. Ini bukan hanya capaian pribadi, tapi investasi strategis SDM Jatim menyongsong Generasi Emas 2045,” ujar Ketua Muslimat NU ini.

Hingga 20 Mei 2025, Pemprov Jatim telah menyalurkan 1.193 beasiswa pendidikan tinggi bagi santri melalui LPPD. Beasiswa ini disebut telah membuka jalan santri dan tenaga pendidik pesantren meraih pendidikan tertinggi.

Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki pun menyampaikan apresiasi kepada Khofifah. Ia menyebut bahwa pada 19–20 Juli 2025 nanti, akan diwisuda 9 doktor baru dari 10 penerima beasiswa LPPD.

“Terima kasih atas dedikasi Ibu Gubernur. LPPD ini benar-benar memberi dampak besar bagi perguruan tinggi Islam,” katanya prof. Muzakki.

Usulan pendirian Prodi Islamic Finance ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi pengembangan keuangan syariah di Indonesia dan menjadi bagian dari strategi besar Jatim dalam memperkuat peran santri dalam ekosistem ekonomi nasional. (ivan)