KTH Jatim Catat Transaksi Tertinggi Nasional Khofifah Apresiasi Inovasi Warga

parlemen | 24 Juli 2025 20:10

KTH Jatim Catat Transaksi Tertinggi Nasional Khofifah Apresiasi Inovasi Warga
Gubernur Khofifah saat menghadiri acara Sinergi Rimbawan Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem dan Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat Kehutanan Jatim di Wisata Bukit Kayoe Putih, Kabupaten Mojokerto. (dok bhirawa)

MOJOKERTO, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas capaian luar biasa Kelompok Tani Hutan (KTH) Jawa Timur. Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) KTH Jatim tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia, dengan angka tembus Rp777 miliar per 21 Juli 2025, atau menyumbang 43,85 persen dari total nasional.

“Ini buah dari hilirisasi dan inovasi yang dilakukan masyarakat perhutanan sosial Jatim. Nilai tambahnya luar biasa,” kata Khofifah dalam acara Sinergi Rimbawan untuk Pemulihan Ekosistem dan Sosial Ekonomi di Bukit Kayoe Putih, Mojokerto, dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (24/7/2025).

Bahkan, sebelumnya pada 10 Desember 2024, Jatim juga mencatat rekor NTE KTH tertinggi nasional dengan nilai Rp619,9 miliar atau 47,57 persen dari NTE nasional.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyerahkan penghargaan kepada 46 pihak yang berkontribusi terhadap kehutanan lestari, mulai dari pemerintah kabupaten, KTH, penyuluh hingga perusahaan dan aktivis lingkungan. Ada lima kategori penghargaan:

1.Pemulihan Ekosistem Darat

2.Percepatan Perhutanan Sosial

3.KTH dengan NTE Tertinggi

4.Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari

5.Lomba Warna Lestari Tingkat Provinsi

Didampingi Kepala Dinas Kehutanan Jatim Jumadi dan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Gubernur juga meluncurkan An-Nahl Science Techno Park, pusat pengembangan budidaya lebah madu, serta sistem digital SIPUHH-R (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan-Rakyat).

“Ini bisa menjadi sumber ekonomi baru dan wujud inovasi kehutanan kita. Selain menjaga ekosistem, kita juga menguatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Khofifah.

Gubernur juga menyerahkan Alat Ekonomi Produktif (AEP) kepada kelompok tani, serta melepas ekspor komoditas kehutanan senilai Rp5,04 miliar ke Korea Selatan, AS, Jepang, dan Malaysia.

Sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, Khofifah melakukan penanaman pohon secara simbolis bersama pejabat pusat dan daerah.

“Satu pohon bisa hidup hingga ratusan tahun. Itu sedekah oksigen kita untuk generasi yang akan datang,” ujar Gubernur Jatim itu.

Khofifah juga menyapa pelajar SMP peserta Forest Education Day dan meninjau 12 stan produk unggulan KTH sebagai bukti nyata kemandirian ekonomi dari sektor kehutanan. (ivan)