Misi Dagang Jatim–Sulteng Raup Rp1,54 Triliun Khofifah Tegaskan Kuatnya Ekonomi Antarwilayah

parlemen | 19 Oktober 2025 17:47

Misi Dagang Jatim–Sulteng Raup Rp1,54 Triliun Khofifah Tegaskan Kuatnya Ekonomi Antarwilayah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Best Western Plus Coco, Kota Palu. (dok kominfo)

PALU, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menorehkan capaian gemilang. Gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Best Western Plus Coco, Kota Palu, Sabtu, (18/10/2025), berhasil mencatatkan transaksi fantastis sebesar Rp1,542 triliun. Nilai ini meningkat 14 kali lipat dibanding pelaksanaan misi dagang sebelumnya pada Februari 2022 yang hanya mencatat Rp104,92 miliar.

 

“Alhamdulillah, saat ditutup pukul 17.00 WITA total transaksi mencapai Rp1,542 triliun lebih. Tercatat Jatim menjual Rp1,297 triliun lebih dan membeli dari Sulteng senilai Rp245,09 miliar. Ini menjadi starting point kita untuk membangun penguatan bersama di berbagai sektor,” ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

 

Misi Dagang Jatim–Sulteng tahun 2025 menjadi kegiatan kesembilan yang dilaksanakan oleh Pemprov Jawa Timur sepanjang tahun ini, sekaligus menjadi misi ke-45 di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (19/10/2025).

 

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jawa Timur dan Sulawesi Tengah sebagai penguatan sinergi dan kolaborasi antardaerah. Penandatanganan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim dan Provinsi Sulteng, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim dan Provinsi Sulteng, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim dan Provinsi Sulteng, Dinas Peternakan Provinsi Jatim dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng, serta Dinas Perkebunan Provinsi Jatim dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng.