Khofifah Ajak Forkopimda Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Jatim

parlemen | 06 November 2025 05:40

Khofifah Ajak Forkopimda Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Surabaya. (dok suaraindonesia)

SURABAYA, PustakaJC.co - Menjelang puncak musim hujan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Forkopimda bersinergi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jatim.

 

Hal itu disampaikan Khofifah saat Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu, (5/11/2025). Apel dipimpin Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan diikuti jajaran Forkopimda serta perwakilan instansi terkait. Dilansir dari suaraindonesia.co.id, Kamis, (6/11/2025).

 

“Apel ini wujud nyata langkah antisipasi bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi,” ujar Khofifah.

 

 

Ia menegaskan, periode November 2025 hingga awal 2026 berpotensi muncul berbagai bencana seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga angin kencang.

 

“Puncak musim hujan sudah di depan mata. Kami mengajak seluruh pihak berkontribusi aktif menghadapi potensi bencana,” tambahnya.

 

Khofifah juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan peralatan penanggulangan bencana di setiap daerah. 

 

“Personel maupun sarana harus dalam kondisi siap siaga menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

 

 

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyebut apel kesiapan kali ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

 

“Kita cek kembali dari personel hingga peralatan. Semua harus siap karena sudah terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” ujarnya.

 

Sebanyak 1.400 personel gabungan mengikuti apel di Mapolda Jatim, dan total 6.000 personel diterjunkan di jajaran Polda maupun Polres di seluruh Jatim.

 

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, BNPB, dan masyarakat menjadi kunci utama agar respons terhadap bencana semakin cepat dan tepat,” pungkasnya. (ivan)