SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan masyarakat Jawa Timur melaksanakan salat ghaib untuk korban banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pelaksanaan salat ghaib digelar usai salat Jumat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat, (5/12/2025).
Khofifah menegaskan bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan logistik, namun juga melalui doa yang menjadi kekuatan spiritual. Karena itu, Pemprov Jatim menginisiasi pelaksanaan salat ghaib serentak untuk para korban bencana. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Sabtu, (6/12/2025).
“Di luar bantuan logistik yang sudah dikirim, ada kekuatan doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah SWT. Alhamdulillah, jamaah salat Jumat cukup banyak dan mereka mengikuti salat ghaib bersama,” ujar Khofifah.
Ia berharap, doa dan salat ghaib yang dipanjatkan masyarakat Jawa Timur dapat menjadi penghantar bagi para korban yang wafat, serta memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Mudah-mudahan para almarhum dan almarhumah diterima di tempat terbaik. Yang masih hilang semoga segera ditemukan, dan yang sedang dirawat diberi kesembuhan,” tambahnya.
Selain doa, Pemprov Jatim juga telah mengirimkan berbagai bantuan logistik untuk masyarakat terdampak. Pada Minggu (30/1), Khofifah secara langsung menyalurkan bantuan atas nama Pemprov dan masyarakat Jawa Timur kepada warga di Sumatera Utara. Disusul pada Senin, (1/12/2025), bantuan kembali dikirim melalui Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, untuk masyarakat di Sumatera Barat.
“Insya Allah besok kami akan menyampaikan bantuan kepada masyarakat terdampak di Aceh,” jelasnya.
Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk terus mengikhlaskan doa, menjaga persaudaraan, serta memperkuat solidaritas antarprovinsi agar para penyintas mampu bangkit kembali.
“Mohon keikhlasannya panjenengan semua, karena sesungguhnya kekuatan kita ada pada persaudaraan dan kegotongroyongan,” pungkas Orang nomer satu di Jatim itu. (ivan)