Pemprov Jatim Dorong Inovasi Pelayanan Publik Lewat Kovablik 2025

parlemen | 15 Desember 2025 05:38

Pemprov Jatim Dorong Inovasi Pelayanan Publik Lewat Kovablik 2025
Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi oleh Kepala BRIDA Jawa Timur saat memberikan penghargaan pada OPD pemenang di di Ballroom Fairfield Hotel by Marriot, Surabaya. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong transformasi pelayanan publik melalui ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) 2025. Penganugerahan Kovablik digelar di Ballroom Fairfield Hotel by Marriott, Surabaya, Jumat, (12/12/2025).

 

Ajang Kovablik merupakan wadah untuk mendorong, menyeleksi, sekaligus memberikan penghargaan kepada inovasi pelayanan publik terbaik dari perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota se-Jawa Timur, dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat budaya pemerintahan yang inovatif. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (15/12/2025).

 

Pada tahun ini, sebanyak 260 inovasi diajukan dan 45 inovasi terbaik terpilih sebagai penerima penghargaan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur.

 

 

 

Dalam sambutannya, Wagub Emil menegaskan bahwa penganugerahan inovasi bukan sekadar ajang kompetisi atau perburuan penghargaan, melainkan momentum untuk mempercepat lahirnya terobosan baru dalam pelayanan publik.

 

“Banyak inovasi tidak lahir karena hadiah, tetapi karena adanya dorongan, tantangan, dan kesempatan untuk menunjukkan karya di hadapan publik agar inovasi tidak berhenti dan terus tumbuh,” ujarnya.

 

Emil juga menekankan pentingnya dukungan regulasi terhadap inovasi yang telah berjalan agar tidak terhenti saat terjadi pergantian kepemimpinan.

 

“OPD yang menang silakan mengajukan anggaran. Jangan sampai inovasi berhenti hanya menjadi laporan. Implementasikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

 

 

 

Ia berharap inovasi yang telah dirintis dapat terus dikembangkan dan disempurnakan, termasuk membuka ruang inovasi lanjutan seperti versi 2.0 atau 3.0 selama mampu menjawab tantangan baru dan meningkatkan kinerja layanan.

 

“Teruslah berinovasi. Jangan berhenti hari ini saja. Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota dan 42 juta penduduk harus dilayani dengan lebih baik melalui inovasi,” pungkas Emil.

 

Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi Jawa Timur Dr. Andriyanto menjelaskan bahwa penganugerahan Kovablik bukan sekadar call for entry, melainkan ajakan revolusi untuk membuktikan bahwa di balik rutinitas ASN terdapat potensi besar dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan berdampak nyata.

 

“Ratusan inovasi tahun ini berani menjawab tantangan strategis daerah, mulai dari percepatan perizinan usaha dalam hitungan jam hingga perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat terpencil melalui teknologi digital. Seluruh inovasi dinilai oleh dewan juri dari unsur akademisi dan praktisi lintas bidang agar tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga teruji di lapangan,” jelasnya.

 

 

 

Andriyanto menambahkan, penganugerahan Kovablik 2025 menandai komitmen baru Pemprov Jatim untuk menjadikan inovasi terpilih sebagai bagian dari standar pelayanan publik di seluruh perangkat daerah.

 

“Ribuan inovasi akan dihimpun dalam repositori digital sebagai legacy yang dapat dimanfaatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah,” imbuhnya.

 

Pada kesempatan yang sama, BRIDA Jawa Timur meluncurkan dua platform digital strategis, yakni Podokaya In Jatim dan Orbit Jatim, sebagai penguatan ekosistem inovasi daerah.

 

Podokaya In Jatim merupakan aplikasi digital untuk mempermudah pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para inovator, mulai dari pendaftaran, verifikasi, hingga penerbitan sertifikat.

 

 

“Melalui platform ini, Pemprov Jatim menargetkan lebih dari 100 sertifikat HKI dapat diterbitkan pada tahun depan,” ujar Andriyanto.

 

Sementara Orbit Jatim merupakan platform integratif yang menjembatani inventor, industri, investor, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem hilirisasi inovasi.

 

“Platform ini memuat manajemen portofolio inovasi, pemetaan kebutuhan industri, hingga pusat informasi berbasis data real time, sehingga perjalanan inovasi dari laboratorium ke pasar menjadi lebih cepat, terukur, dan memberi manfaat ekonomi,” pungkasnya. (ivan)