SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Resource Center Unit Observasi Deteksi dan Intervensi Dini Ketunarunguan di SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya, Senin, (5/1/2026). Peresmian ini menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat layanan inklusif bagi anak dengan hambatan pendengaran sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Timur juga menerima Piagam Penghargaan dari Hearing Aid East Java atas dukungan berkelanjutan selama 35 tahun dalam penguatan layanan deteksi dini ketunarunguan. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Indonesia Institute and Board of Hearing Aids East Java, Vicki Richardson, kepada Gubernur Khofifah. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (7/1/2026).
Khofifah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, pengakuan ini menjadi bukti nyata konsistensi pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar anak berkebutuhan khusus, terutama akses kesehatan dan pendidikan sejak dini.
“Sinergi dan kolaborasi selama puluhan tahun ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang progresif dalam layanan inklusivitas,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, layanan deteksi dini berperan penting dalam mengidentifikasi gangguan pendengaran sejak masa kehamilan hingga balita. Deteksi yang cepat memungkinkan intervensi medis dan edukatif lebih awal, sehingga menekan risiko keterlambatan perkembangan bicara, bahasa, dan kognitif anak.
Resource Center yang diresmikan merupakan hasil kolaborasi RSUD Dr. Soetomo, RS Islam Surabaya, dan SLB-B Karya Mulya. Layanan ini tidak hanya fokus pada anak, tetapi juga membekali keluarga dengan pendampingan teknis, termasuk perawatan alat bantu dengar.
“Manfaat deteksi dini tidak hanya untuk anak, tetapi juga keluarga agar mampu mengambil langkah antisipatif dan adaptif,” tegasnya.
Ke depan, Pemprov Jatim berharap penguatan layanan disabilitas rungu terus diperluas melalui sinergi lintas sektor. Khofifah juga menyinggung pengalaman kerja sama internasional melalui Clinton Foundation yang sebelumnya memberikan bantuan alat bantu pendengaran dan dukungan tim medis.
“Harapannya, dukungan serupa dapat kembali dikomunikasikan dan diperluas di tingkat pemerintah daerah,” pungkas GubernurJatim ini. (ivan)