LAMONGAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, sebagai upaya menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga bahan pokok pada awal 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama pada periode awal tahun dan menjelang Ramadan. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (13/1/2026).
“Pasar murah ini merupakan ikhtiar Pemprov Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Minggu, (11/1/2026).
Menurutnya, awal tahun kerap menjadi periode rawan terjadinya fluktuasi harga kebutuhan pokok. Karena itu, pemerintah daerah hadir dengan kebijakan konkret di lapangan melalui penyediaan bahan pangan bersubsidi.
Pasar murah dinilai efektif karena menyediakan sejumlah komoditas strategis dengan harga di bawah pasar. Dalam kegiatan tersebut, beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, telur ayam ras Rp22.000 per pack, dan daging ayam ras Rp30.000 per pack.
Selain itu, tersedia pula tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih dengan harga terjangkau.
Khofifah menegaskan, pelaksanaan pasar murah tetap memperhatikan keberlangsungan pasar tradisional dengan memilih lokasi yang tidak berdekatan. Program ini juga dilaksanakan secara berkelanjutan dan melengkapi kegiatan serupa yang digelar pemerintah kabupaten dan kota.
“Ketersediaan sembako di Jawa Timur dalam kondisi aman. Yang perlu kita jaga adalah keterjangkauan harganya,” ujarnya.
Sementara itu, Aminah, warga Kecamatan Deket, mengaku pasar murah sangat membantu masyarakat karena harga kebutuhan pokok lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Harganya lebih murah dan barangnya lengkap. Sangat membantu di awal tahun,” katanya. (ivan)