SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat realisasi investasi sebesar Rp147,7 triliun sepanjang 2025, melampaui target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2025–2026. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga nasional dengan kontribusi 8,1 persen terhadap realisasi investasi nasional.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Jawa Timur mencapai 100,1 persen dari target sebesar Rp147,5 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp101,8 triliun, Penanaman Modal Asing (PMA) Rp43,3 triliun, serta investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Rp2,6 triliun. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (20/1/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Jawa Timur di tengah tantangan ekonomi global.
“Angka ini merefleksikan kepercayaan investor yang terus terjaga terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Jawa Timur,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin, (19/1/2026).
Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi non-UMK tercatat Rp40 triliun, tumbuh 31,6 persen secara kuartalan dan meningkat 11,4 persen secara tahunan. Pada periode tersebut, PMDN masih mendominasi dengan nilai Rp29,2 triliun atau 73 persen, sementara PMA mencapai Rp10,8 triliun.
Menurut Khofifah, dominasi PMDN menunjukkan kuatnya keyakinan pelaku usaha domestik terhadap iklim investasi di Jawa Timur.
“Ini menandakan pelaku usaha dalam negeri optimistis terhadap kepastian hukum, stabilitas daerah, dan peluang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Jatim terus memperkuat faktor pendukung investasi, mulai dari pembangunan infrastruktur strategis hingga peningkatan layanan perizinan.
“Kami menjaga stabilitas wilayah, mempercepat perizinan, serta meningkatkan konektivitas dan efisiensi pelabuhan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif,” tegasnya.
Di sisi lain, pertumbuhan investasi UMK sebesar Rp2,6 triliun dinilai strategis karena mencerminkan keberhasilan program formalisasi usaha, terutama melalui kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) lewat program Sadar Legalitas Berusaha (Saleha).
Sepanjang 2025, Pemprov Jatim juga mencatat penerbitan 52.888 perizinan melalui transformasi layanan digital seperti Jatim Online Single Submission (JOSS) dan Joss Gandos, serta penguatan promosi investasi melalui Point Jatim dan Klinik Investasi Keliling (KLIK).
Menutup capaian 2025, Khofifah menyatakan optimistis menghadapi 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas investasi.
“Ke depan, kami mendorong investasi berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan padat karya agar Jawa Timur semakin kokoh sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional,” pungkasnya. (ivan)