Khofifah Buka Diklat PPIH Embarkasi Surabaya, Tekankan Profesionalisme dan Empati Layani Jemaah Haji

parlemen | 05 Februari 2026 05:13

Khofifah Buka Diklat PPIH Embarkasi Surabaya, Tekankan Profesionalisme dan Empati Layani Jemaah Haji
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Surabaya, Rabu, (4/2/2026).

 

Sebanyak 626 peserta diklat diminta menata niat dan membersihkan hati untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. Khofifah menegaskan, PPIH harus dibekali kecakapan teknis, pemahaman regulasi, serta kepekaan dan empati dalam melayani jemaah.

 

“PPIH memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan pendampingan jemaah haji di lapangan,” ujar Khofifah.

 

 

 

Ia menekankan, terdapat tanggung jawab moral besar untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang bermartabat, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke tanah air.

 

Menurut Khofifah, tantangan penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun semakin kompleks. Karena itu, profesionalisme, komunikasi efektif, dan koordinasi antarpersonel menjadi kunci utama keberhasilan layanan.

 

Terlebih, Embarkasi Surabaya mengemban tugas berskala nasional dengan melayani jemaah tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari Bali dan Nusa Tenggara Timur.

 

“Saya berharap bapak dan ibu tidak hanya kuat secara teknis dan regulasi, tetapi juga memiliki empati, kepekaan, serta kemampuan bekerja dalam tim,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suasana foto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo, Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Mohammad As’adul Anam, para alim ulama, kiai, bu nyai, narasumber, fasilitator, serta peserta Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Embarkasi Surabaya usai pembukaan diklat di Asrama Haji Surabaya, Rabu (4/2/2026).

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan fiqhun nisa bagi petugas PPIH kloter, khususnya untuk mendampingi jemaah perempuan usia produktif.

 

Ia mengusulkan penambahan pembekalan keilmuan serta buku pegangan fiqhun nisa dalam manasik haji, guna membantu petugas menjawab persoalan-persoalan fiqih perempuan yang kerap menimbulkan keraguan.

 

“Persoalan haid bagi jemaah perempuan usia subur sering menimbulkan kebingungan, terutama terkait waktu bersuci. Ini perlu penguatan pemahaman bagi petugas,” ungkapnya.

 

 

Khofifah mengapresiasi pelaksanaan diklat yang digelar lebih awal sehingga memberi waktu lebih panjang untuk penguatan materi serta membangun konektivitas antarkloter.

 

Ia berharap seluruh peserta diklat diberikan kelancaran dan kemudahan dalam mengemban amanah melayani tamu Allah SWT.

 

“Semoga setiap ikhtiar pelayanan kepada jemaah haji dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat, keberkahan hidup, serta kemuliaan di dunia dan akhirat,” tuturnya.

 

 

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo meminta seluruh peserta memanfaatkan waktu diklat selama 10 hari untuk menguasai tugas masing-masing.

 

“Ketika di lapangan, petugas harus siap melayani sepenuh hati, berintegritas, dan disiplin. Disiplin adalah pondasi dan cermin negara dalam melayani tamu Allah,” tegasnya.

 

Diklat tersebut turut dihadiri Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Mohammad As’adul Anam, para alim ulama, masyayikh, kiai, bu nyai, narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta Diklat PPIH Kloter Embarkasi Surabaya. (ivan)