Pemprov Jatim Gelontorkan Bansos Rp3 Miliar untuk Warga Sidoarjo, Khofifah Kejar Target Tuntas Sebelum Ramadan

parlemen | 19 Februari 2026 04:31

Pemprov Jatim Gelontorkan Bansos Rp3 Miliar untuk Warga Sidoarjo, Khofifah Kejar Target Tuntas Sebelum Ramadan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. (dok suarasurabaya)

SIDOARJO, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengucurkan bantuan sosial (bansos) senilai lebih dari Rp3 miliar untuk warga Kabupaten Sidoarjo, Rabu, (18/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari percepatan penguatan ekonomi masyarakat rentan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan percepatan penyaluran bansos penting agar masyarakat memiliki kesiapan ekonomi yang lebih baik, terutama menghadapi kebutuhan selama bulan suci dan hari raya. Dilansir dari suarasurabaya.net, Kamis, (19/2/2026).

 

“Percepatan penyaluran bansos ini penting agar masyarakat Jawa Timur memiliki kesiapan ekonomi yang lebih baik menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” ujarnya.

 

 

Penyaluran bansos di Sidoarjo merupakan yang kedua pada 2026, setelah sebelumnya Pemprov Jatim menyalurkan bantuan Rp7,73 miliar di Kabupaten Pasuruan. Pemerintah menargetkan seluruh penyaluran bansos di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur rampung sebelum 1 Maret 2026.

 

Berdasarkan data Dinas Sosial Jatim, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1.858.950.000 melalui sejumlah program, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk 533 keluarga, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) bagi 66 penerima, serta program KIP Putri Jawara dan KIP PPKS Jawara bagi penerima manfaat terpilih.

 

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU), serta tali asih bagi pilar sosial seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping disabilitas, dan SDM PKH Plus.

 

 

 

Tak hanya bansos individu, Pemprov Jatim juga memperkuat ekonomi desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim menyalurkan bantuan Rp100 juta masing-masing untuk lima BUMDes di Sidoarjo. Program Desa Berdaya dan Jatim Puspa turut menerima dukungan dana ratusan juta rupiah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

 

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jatim juga menyalurkan zakat produktif sebesar Rp25 juta kepada 25 penerima manfaat.

 

Khofifah menegaskan bansos bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi menjadi instrumen strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah berharap program ini mampu memperkuat daya tahan ekonomi warga sekaligus menekan potensi kerentanan sosial menjelang Ramadan. (ivan)