Dalam pesan globalnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menyebut hingga saat ini perempuan di dunia baru menikmati sekitar 64 persen dari hak hukum yang dimiliki laki-laki.
“Momentum Hari Perempuan Internasional harus menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan hak, perlindungan, kesempatan, dan ruang yang adil dalam pembangunan,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan perempuan merupakan pilar penting dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
“Ketika perempuan maju dan berdaya, maka bangsa ini juga akan semakin kuat,” katanya. (ivan)