Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan Berlanjut, Khofifah Salurkan Bantuan Rp13,76 Miliar untuk Warga Pamekasan

parlemen | 10 Maret 2026 09:48

Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan Berlanjut, Khofifah Salurkan Bantuan Rp13,76 Miliar untuk Warga Pamekasan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan 250 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam rangka program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 H di Kantor Bakorwil Pamekasan, Minggu, (8/3/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Pamekasan.

PAMEKASAN, PustakaJC.co – Program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 H terus berlanjut. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan dengan total nilai mencapai Rp13,76 miliar.

 

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, Minggu, (8/3/2026) sore, yang merupakan rangkaian Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan ke-11 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

 

Khofifah mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

 

“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

 

Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat.

 

“Ini cara kita membangun komplementaritas dengan intervensi kebijakan dari pusat dan kabupaten. Seperti tadi, Pemprov mengambil posisi untuk disabilitas berat pada bansos Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas,” kata Khofifah.

 

Dari total bantuan Rp13.760.750.000, rinciannya meliputi bantuan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp4.914.200.000, bantuan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim sebesar Rp521.550.000, bantuan keuangan desa dari berbagai perangkat daerah sebesar Rp8.175.000.000, serta penyaluran zakat produktif melalui BUMD Jawa Timur sebesar Rp50.000.000.

 

Bantuan dari Dinas Sosial mencakup beberapa program perlindungan sosial, di antaranya PKH Plus sebesar Rp3.878.000.000 bagi 1.939 keluarga penerima manfaat, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp435.600.000 untuk 121 penerima, serta KIP PPKS Jawara sebesar Rp285.000.000 bagi 95 penerima.

 

 

Selain itu, disalurkan pula bantuan operasional dan tali asih bagi pilar sosial seperti SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan total Rp315.600.000 bagi 166 penerima.

 

Khofifah menjelaskan bantuan ASPD diberikan sebesar Rp3,6 juta per tahun yang disalurkan secara bertahap sebanyak empat kali dalam setahun.

 

“Untuk ASPD, mereka satu tahun mendapat Rp3.600.000 dibagi empat kali supaya ada continuity penyapaan. Kemudian ada PKH lansia, setahun mendapat Rp2 juta per triwulan. Semuanya berbeda sesuai hasil asesmen di lapangan,” jelasnya.

 

 

 

Sementara itu, melalui Dinas PMD Jatim juga disalurkan sejumlah program pemberdayaan desa, antara lain Program Desa Berdaya Rp100 juta untuk satu desa, Program Jatim Puspa Rp296,55 juta untuk dua desa, bantuan BUMDes Rp100 juta, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Rp25 juta.

 

Adapun bantuan keuangan desa lainnya meliputi Rp200 juta untuk dua desa melalui Dinas PMD Jatim, Rp4,325 miliar untuk 23 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Rp3,45 miliar untuk 26 desa melalui Dinas PU Bina Marga, serta Rp200 juta untuk satu desa melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.

 

Menurut Khofifah, berbagai bantuan tersebut difokuskan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial, serta memperkuat kemandirian desa.

 

“Fokus utamanya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan dan menekan ketimpangan. Harapannya perlindungan sosial ini adaptif dan mampu memberdayakan sekaligus memperkuat kemandirian desa dan masyarakat,” ungkapnya.

 

 

 

Selain bantuan sosial, Pemprov Jatim juga menyerahkan 250 drum aspal untuk program pembinaan jalan bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan, serta bantuan material Rp100 juta bagi korban bencana angin kencang.

 

Khofifah mengatakan bantuan aspal tersebut merupakan dukungan Pemprov Jatim untuk membantu penanganan kerusakan jalan di daerah, terutama pada musim hujan.

 

“Hampir semua kabupaten mengajukan perbaikan jalan di tengah musim hujan yang cukup panjang ini. Kalau itu jalan Pemprov maka akan diperbaiki oleh Pemprov, tetapi jika jalan kabupaten atau desa maka Pemprov memberikan support berupa aspal,” jelasnya.

 

“Jadi intinya kita sharing dengan kabupaten/kota,” imbuh Khofifah.

 

 

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemprov Jawa Timur kepada masyarakat Pamekasan.

 

Ia menegaskan Pemkab Pamekasan memiliki tiga prioritas utama, yakni pelayanan pengobatan bagi pasien penyakit serius, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta pengentasan kemiskinan.

 

“Kami berharap dengan kunjungan Gubernur Jatim serta bantuan aspal dan pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat di masa mendatang,” pungkasnya.