APBN Dinilai Tetap Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak Global

parlemen | 17 Maret 2026 14:28

 

Hal itu disebabkan tingginya harga energi berpotensi memicu perlambatan ekonomi global hingga resesi, yang pada akhirnya akan menekan kembali harga minyak. Purbaya menilai, produsen energi juga tidak akan membiarkan harga terlalu tinggi dalam waktu lama karena dapat menurunkan permintaan.

 

“Itu belum kelihatan sampai sekarang, karena anggarannya kan masih aman. Kalau harga minyak tinggi terus dan bertahan lama, baru kita akan hitung ulang seperti apa kondisi anggarannya. Tapi tidak langsung Perppu,” kata Purbaya.

 

Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipatif jika lonjakan harga minyak berlangsung dalam jangka panjang. Penyesuaian kebijakan anggaran akan dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.