Bahlil Gandeng Swasta Bahas Skema Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

parlemen | 06 April 2026 18:11

Bahlil Gandeng Swasta Bahas Skema Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. (dok antarajatim)

JAKARTA, PustakaJC.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menggelar rapat bersama badan usaha swasta pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna merumuskan skema harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia. Senin (6/4/2026).

Bahlil menyampaikan bahwa pembahasan masih berlangsung dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha swasta. Pemerintah, kata dia, tengah mencari formulasi yang tepat agar kebijakan harga tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat.

“Kami masih melakukan pembahasan dengan berbagai pihak untuk mendapatkan formulasi yang baik dan bijaksana,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin. Demikian dikutip dari jatim.antaranews.com, Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah memahami tekanan yang dirasakan masyarakat akibat lonjakan harga minyak global. Saat ini, harga minyak dunia seperti Brent dan West Texas Intermediate (WTI) telah menembus angka di atas 100 dolar AS per barel, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada Januari 2026.

Di sisi lain, pemerintah masih menahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, sejak awal April 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah koordinasi lintas kementerian dan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya memastikan bahwa harga BBM tidak mengalami kenaikan, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik terhadap isu kenaikan harga.

Namun, penahanan harga ini memunculkan selisih antara harga jual BBM di dalam negeri dengan harga pembelian minyak mentah yang terus meningkat di pasar global. Untuk sementara, selisih tersebut ditanggung oleh PT Pertamina.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa beban tersebut masih dapat ditopang sambil menunggu hasil pembahasan formulasi harga yang tengah dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan.

Pemerintah menargetkan keputusan terkait skema harga BBM nonsubsidi dapat segera diumumkan setelah proses kajian rampung. (frcn)