SURABAYA, PustakaJC.co– Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak Nahdlatul Ulama (NU) melalui Pengurus Cabang (PCNU) Surabaya untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan religiusitas dan sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi generasi muda. Senin, (13/4/2026).
“Saya berharap NU atau Ansor bisa mendampingi program ini, agar pembinaan anak muda berjalan lebih terarah,” ujarnya. Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, Senin, (13/4/2026).
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan halal bihalal di Kantor PCNU Surabaya, Minggu (12/4/2026). Menurut Eri, organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda hingga ke tingkat Rukun Warga (RW).
Ia menegaskan pentingnya pendekatan berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam membangun masyarakat. Karena itu, keterlibatan NU dinilai mampu memperkuat program pembinaan generasi muda yang telah didukung anggaran sebesar Rp5 juta per bulan di setiap RW.
Eri juga menekankan bahwa pembangunan kota tidak dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Kalau pembangunan hanya dikaitkan dengan wali kota, maka itu tanda belum berhasil. Kota ini harus dibangun secara kolektif,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah tokoh, di antaranya Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Dzul Hilmi, Ketua PCNU Surabaya Masduki Toha, serta Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto.
Ketua PCNU Surabaya, Masduki Toha, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menyebut NU memiliki jaringan hingga tingkat akar rumput yang dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Masduki juga menyoroti tingginya angka kriminalitas di Surabaya, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor yang mencapai ribuan kasus, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
“Ini menjadi tanggung jawab kita semua. NU harus hadir dan mampu memahami persoalan umat,” pungkasnya. (frcn)