Meski demikian, Emil memastikan pasokan kini mulai kembali masuk setelah sebelumnya terjadi keterlambatan pengiriman.
“Memang kemarin sempat ada delay di hulunya, tapi sudah dikompensasi dan pasokan sudah datang. Namun di hilirnya ini ada perubahan pola beli masyarakat,” jelasnya.
Dari hasil dialog dengan warga, Emil menemukan adanya peningkatan pembelian LPG yang tidak biasa. Warga disebut membeli hingga dua hingga tiga tabung sekaligus karena memiliki lebih dari satu tabung kosong di rumah.
Fenomena ini memicu lonjakan permintaan semu akibat kekhawatiran akan kelangkaan.
“Artinya ada ruang masyarakat membeli lebih karena takut LPG langka. Tabung kosong di rumah itu kemudian diisi semua. Ini yang membuat distribusi terasa tidak merata,” katanya.
Tak hanya itu, Emil juga mengungkap adanya praktik penyelewengan distribusi LPG yang memperparah kondisi. Ia menyebut aparat kepolisian telah mengamankan pelaku dari salah satu pangkalan di wilayah tersebut.
“Yang bersangkutan mengurangi pasokan di wilayahnya dan melakukan pengoplosan ke tabung besar, bahkan mengambil dari sumber lain,” tegas Emil.