Sementara itu, Syekh Assayid Afeefuddin Al-Jailani berharap usia Muslimat NU tidak hanya mencapai 80 tahun, tetapi terus berlanjut hingga ratusan tahun mendatang.
Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan usia 80 tahun menjadi tanda kematangan organisasi. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana Muslimat NU mampu memaksimalkan kecanggihan teknologi digital.
Di sisi lain, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Masruroh Wahid menegaskan bahwa peran perempuan menjadi bagian penting dalam perkembangan Islam di Jawa Timur. Menurutnya, perjuangan para perempuan ulama dan tokoh Muslimat terdahulu harus terus dilanjutkan.
Dalam momentum Harlah ke-80 ini, Muslimat NU juga membacakan surat pernyataan dan imbauan perdamaian dunia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian global. Pernyataan tersebut dibacakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (ivan)