SURABAYA, PustakaJC.co – Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu, (17/5/2026). Acara mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban”.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa syukur karena peringatan Harlah kali ini turut dihadiri Syekh Assayid Afeefuddin Al-Jailani bersama keluarganya. Ia berharap keberkahan dan karomah ulama besar tersebut dapat membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (18/5/2026).
“Mudah-mudahan karomah beliau turun kepada kita semua. Insyaallah berkah maulid kita, rezeki kita dan umur kita,” kata Khofifah.
Menurutnya, kekuatan Ahlussunnah wal Jamaah saat ini juga diperkuat jaringan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU yang tersebar di berbagai negara. Karena itu, tradisi keislaman seperti sholawatan, istighosah, dan manaqiban harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Tradisi ini harus terus dijaga, dikuatkan, dan dikembangkan agar keberkahan terus melimpah kepada kita semua,” ujarnya.
Khofifah juga mengutip pesan dari Syekh Assayid Afeefuddin Al-Jailani tentang pentingnya saling mendoakan antarsesama. Ia berharap seluruh keluarga besar Muslimat NU diberi kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan dunia akhirat.
Sementara itu, Syekh Assayid Afeefuddin Al-Jailani berharap usia Muslimat NU tidak hanya mencapai 80 tahun, tetapi terus berlanjut hingga ratusan tahun mendatang.
Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan usia 80 tahun menjadi tanda kematangan organisasi. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana Muslimat NU mampu memaksimalkan kecanggihan teknologi digital.
Di sisi lain, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Masruroh Wahid menegaskan bahwa peran perempuan menjadi bagian penting dalam perkembangan Islam di Jawa Timur. Menurutnya, perjuangan para perempuan ulama dan tokoh Muslimat terdahulu harus terus dilanjutkan.
Dalam momentum Harlah ke-80 ini, Muslimat NU juga membacakan surat pernyataan dan imbauan perdamaian dunia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian global. Pernyataan tersebut dibacakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (ivan)