SURABAYA, PustakaJC.co – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang melampaui target pada tahun anggaran 2025 mendapat apresiasi dari DPRD Jawa Timur. Namun, keberhasilan tersebut dinilai harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau yang akrab disapa Gus Atho', menegaskan bahwa keberhasilan fiskal daerah tidak cukup hanya diukur dari tingginya pendapatan maupun raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Dalam Nota Keuangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, pendapatan daerah Jawa Timur tercatat mencapai Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target yang ditetapkan. Sementara PAD terealisasi sebesar Rp18,44 triliun atau 107,83 persen dari target.
Menurut Gus Atho', capaian tersebut menunjukkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah yang cukup baik. Namun, pemerintah daerah harus memastikan hasil tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Pendapatan daerah yang melampaui target tentu patut diapresiasi. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pendapatan itu diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai angka pendapatan naik, tetapi masyarakat tidak merasakan perubahan yang signifikan,” kata Gus Atho', Senin (22/6/2026).
Politikus PKB itu menilai ukuran keberhasilan APBD tidak hanya dilihat dari besarnya penerimaan daerah, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Pertanyaan yang harus dijawab Pemprov adalah apakah kenaikan pendapatan tersebut berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan, terbukanya lapangan kerja baru, serta meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan. Itu yang menjadi ukuran utama,” tegasnya.