SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Yayasan Mahameru memperkuat kolaborasi dalam upaya menjaga keberlanjutan program penanggulangan HIV/AIDS melalui Workshop Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources for Sustainability of HIV Program yang digelar di Surabaya, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang dimoderatori Direktur Yayasan Mahameru, Farid Hafifi, tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Sulvy Dwi Anggraini, Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Jawa Timur Angga Ariquint Nugroho, serta Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Timur Husnul Khuluq.
Workshop dihadiri perwakilan perangkat daerah, yayasan, hingga lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan dan penanggulangan HIV/AIDS. Dalam forum tersebut, para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor karena penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata.
Direktur Yayasan Mahameru, Farid Hafifi, menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah daerah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, serta komunitas sangat dibutuhkan untuk memperkuat pencegahan, pengobatan, dan dukungan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
“Keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat juga perlu diperkuat untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, baik di lingkungan keluarga, ruang publik, maupun layanan kesehatan,” ujarnya.