Pemprov Jatim dan Kemenhub Percepat Penguatan Infrastruktur Transportasi

parlemen | 16 Juli 2026 18:21

Pemprov Jatim dan Kemenhub Percepat Penguatan Infrastruktur Transportasi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) menerima kunjungan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Perhubungan memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor transportasi guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (16/7/2026).

 

“Banyak hal strategis dan produktif yang kami bahas dan insya Allah program-program strategis tersebut akan mendukung pembangunan transportasi di Jawa Timur,” kata Khofifah di Surabaya, Kamis, (16/7/2026).

 

 

 

Menurut Khofifah, sinergi antara Pemprov Jatim dan Kementerian Perhubungan diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan distribusi logistik yang semakin berkembang.

 

Salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7), yakni peningkatan kapasitas layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan penumpang pada masa libur Natal dan Tahun Baru maupun Idul Fitri.

 

Khofifah menjelaskan koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih optimal dan mampu mengurangi potensi kepadatan di kawasan pelabuhan.

 

“Berbagai langkah koordinatif diharapkan dapat memperkuat pelayanan transportasi serta mengantisipasi potensi kepadatan di kawasan pelabuhan,” ujarnya.

 

 

Selain sektor penyeberangan, pertemuan tersebut juga membahas optimalisasi pengembangan Bandara Dhoho Kediri. Pemprov Jatim berharap bandara tersebut dapat semakin berperan dalam meningkatkan konektivitas wilayah selatan Jawa Timur.

 

Khofifah menilai keberadaan Bandara Dhoho memiliki potensi besar untuk mendukung aksesibilitas masyarakat, termasuk membuka peluang layanan penerbangan langsung menuju Arab Saudi guna mempermudah masyarakat menunaikan ibadah umrah dan haji.

 

Di sektor transportasi perkotaan, Pemprov Jatim juga mendorong percepatan pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) sebagai moda transportasi massal terintegrasi di kawasan aglomerasi Surabaya.

 

Menurut Khofifah, kehadiran jaringan perkeretaapian regional tersebut akan menjadi solusi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan metropolitan Surabaya dan sekitarnya.

 

“Kehadiran jaringan perkeretaapian regional diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Surabaya sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas,” katanya.

 

 

Khofifah optimistis penguatan konektivitas transportasi melalui berbagai program strategis tersebut akan semakin meningkatkan daya saing Jawa Timur sebagai pusat perdagangan, industri, logistik, dan investasi nasional.

 

Ia menegaskan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan terintegrasi bagi masyarakat. (ivan)