Selain menjadi sentra gula nasional, Jawa Timur juga tetap berperan sebagai salah satu lumbung padi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari luas panen tersebut, produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan komoditas kedelai terus diperkuat melalui peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga pendampingan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas.
Khofifah menilai seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, serta para petani dalam mengoptimalkan pola tanam, penggunaan benih unggul, penguatan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga pendampingan secara berkelanjutan.
“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis Indonesia akan semakin cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan,” ujar Khofifah.