Tak hanya kerja sama antarpemerintah, kedua belah pihak juga membahas peluang kolaborasi antardaerah melalui skema sister city maupun sister province. Skema tersebut dinilai dapat memperluas ruang kolaborasi dalam bidang ekonomi, investasi, budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Kita punya banyak kesamaan dan di dalam kita membahas kerangka kerja apa yang akan kita lakukan ke depannya, partnership seperti apa yang akan kita lakukan, dan semoga itu adalah win-win cooperation,” ujarnya.
Selain itu, Maroko juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia melalui program beasiswa. Bersamaan dengan itu, kedua pihak tengah mempersiapkan penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) sebagai dasar penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan.
“Maroko menawarkan beasiswa untuk murid-murid yang ada di Jawa Timur, dan kita sedang mengembangkan MoU tersebut,” katanya.