Menurut Khofifah, penyusunan roadmap menjadi langkah penting agar seluruh peluang kerja sama dapat diwujudkan secara terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha di kedua negara.
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, Ridouane Houssaini, menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Maroko di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, sejumlah sektor prioritas telah diidentifikasi sebagai fokus kerja sama.
“Di dalam tadi kita mendiskusikan kesempatan untuk melakukan kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam hal ekonomi, perdagangan, pertukaran kebudayaan, dan pendidikan, kemudian partnership dalam bidang smart city,” kata Houssaini melalui penerjemah.