MALANG, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong lembaga pendidikan untuk memberikan ruang pengembangan bakat dan minat secara maksimal kepada peserta didik. Menurutnya, penguatan potensi tersebut penting untuk melahirkan lulusan yang memiliki daya saing di dunia kerja.
Khofifah menyampaikan hal itu saat berkunjung ke SMA Negeri Taruna Nala di Kota Malang, Jumat, (21/8/2026). Ia menilai dinamika dunia kerja saat ini membuat lulusan tidak cukup hanya menguasai pengetahuan umum, tetapi juga perlu memiliki keterampilan dan keahlian yang spesifik. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (22/8/2026).
“Sehingga yang hadir memimpin sektor-sektor tertentu itu memang mereka yang memiliki skill, spesifikasi, konsentrasi, memiliki passion di sektor yang memang membutuhkan spesifikasi itu,” ujar Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Sabtu, (22/8/2026).
Selain kemampuan akademik dan keterampilan, Khofifah menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, ilmu pengetahuan, prestasi, dan kepemimpinan harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik.
“Ilmu, prestasi, dan kepemimpinan harus selalu berpijak pada akhlak yang baik,” katanya.
Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan pendidikan ketarunaan sebagai salah satu upaya menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan masa depan. Pendidikan ketarunaan dikembangkan dengan karakteristik dan kekhasan masing-masing, berdampingan dengan sekolah umum.
Di Jawa Timur, pendidikan ketarunaan antara lain diterapkan melalui SMA Negeri Taruna Nala di Malang yang berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut serta SMA Taruna Madani di Pasuruan yang mendapatkan pembinaan dari TNI Angkatan Darat.
Menurut Khofifah, keberadaan pendidikan ketarunaan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, integritas, dan jiwa kepemimpinan peserta didik.
“Belajar dengan sungguh-sungguh, hormati guru, pelatih, pengasuh, dan orang tua. Bangun disiplin, jaga integritas, dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi diri,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta didik agar tidak menjadikan kondisi ekonomi keluarga sebagai alasan untuk membatasi cita-cita. Sebaliknya, keterbatasan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan, mulai dari peserta didik, guru, orang tua hingga lingkungan sekolah.
“Sekolah adalah sebuah ekosistem. Semua harus berjalan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik,” ujarnya. (ivan)