Program SIKAP tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Para taruna terlibat dalam berbagai tahapan, mulai menyiapkan media tanam, menanam, merawat, memantau pertumbuhan hingga memanen hasil tanaman.
Di SMAN Taruna Nala, setiap angkatan memiliki bidang garapan masing-masing sesuai dengan jenis tanaman yang dikembangkan. Siswa kelas X, XI dan XII bertanggung jawab terhadap perawatan serta perkembangan tanaman yang menjadi bagian dari tugas angkatannya.
Khofifah menilai pola tersebut sejalan dengan penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning. Para taruna tidak hanya menerima teori di dalam kelas, tetapi juga belajar melalui praktik, pengamatan, pemecahan masalah, evaluasi dan refleksi.
“Melalui bidang garapan masing-masing, para taruna belajar bertanggung jawab. Mereka tidak hanya mengetahui teori tentang tanaman, tetapi juga mengamati proses pertumbuhannya, menghadapi persoalan yang muncul, mencari solusi, dan mengevaluasi hasilnya,” jelasnya.