Teknik STOP untuk Mindfulness dan Atasi Cemas

pendidikan | 13 Februari 2024 10:20

 

Berdasarkan jurnal bertajuk Attitudes in the American Workplace VII (The Seventh Annual Labor Day Survey Telephone Polling for The Marlin Company) yang dirilis Harris Interactive, sekitar 80 persen karyawan melaporkan kalau mereka mengalami stres di tempat kerja dan membutuhkan bantuan untuk memelajari cara mengelolanya.

 

Sedangkan data di Indonesia, ditemukan 1 dari 20 (sekitar 5,5%) remaja di Indonesia bahkan terdiagnosis gangguan mental, mengacu pada penelitian Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS). Penyebabnya pun beragam, sebanyak 83,9% mengalami gangguan fungsi pada ranah keluarga, disusul oleh ranah teman sebaya (62,1%), sekolah atau pekerjaan (58,1%), dan distres personal (46,0%).

 

Oleh sebab itu, mindfulness jenis teknik STOP dinilai sempurna untuk mengatasi stres karena membawa kamu keluar dari mode fight-or-flight mode dan menjadikan kamu lebih rileks, pikiran jernih, dan mental lebih tenang.