Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut pengajaran bahasa asing di Sekolah Rakyat merupakan bagian dari misi besar membangun SDM unggul dan berdaya saing tinggi. “Khususnya bagi yang ingin bekerja di luar negeri, tentu akan ada pendidikan tambahan, terutama di bidang bahasa. Dalam hal ini, koordinasi dengan Kementerian P2MI sangat penting,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, meski bahasa asing menjadi bekal penting, bahasa Indonesia dan bahasa daerah tetap harus diprioritaskan sebagai identitas nasional dan alat pemersatu bangsa. “Anak-anak kita boleh belajar banyak bahasa dunia, tapi jangan sampai kehilangan bahasa ibu dan rasa cinta tanah air,” pesannya.
Gus Ipul bahkan menyarankan agar daftar bahasa asing yang diajarkan dapat diperluas ke bahasa Belanda, Rusia, dan Yunani sebagai alternatif bagi siswa yang tertarik pada bidang akademik, pariwisata, atau diplomasi.