Langkah penguatan kemampuan bahasa ini akan diikuti dengan pelatihan dan sertifikasi keterampilan kerja agar siswa tidak hanya fasih berbicara, tetapi juga kompeten dalam bidang profesinya. Mukhtarudin menjelaskan, pemerintah ingin menghubungkan antara pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja agar program berjalan terarah.
“Antara pelatihan, sertifikasi, dan penempatan itu nanti harus jadi satu rangkaian. Jadi tidak parsial. Yang dilatih siapa, kompetensinya apa, ditempatkan di negara mana, itu semua kita bicarakan teknisnya,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi fondasi baru Sekolah Rakyat dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik, tapi juga siap menembus pasar global dengan kemampuan bahasa dan keterampilan yang mumpuni. (int)