Ia juga menyoroti bahwa Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang telah menyelesaikan dokumen rencana anak tidak sekolah, sebagai bagian dari strategi nasional menekan angka putus sekolah.
Program bantuan pendidikan ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan dan memastikan tidak ada anak prasejahtera di Jawa Timur yang berhenti sekolah karena kendala biaya. (ivan)