Sebagai langkah konkret penguatan layanan, Dindik Jatim mendorong pembentukan Rumah Solusi yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2026. Rumah Solusi akan berfungsi sebagai pusat pemetaan minat, bakat, dan kebutuhan kompetensi siswa ABK agar layanan pendidikan yang diberikan lebih tepat sasaran.
Ia menjelaskan, tidak semua SLB memiliki kompetensi yang sama, dan tidak semua siswa membutuhkan keterampilan yang seragam.
“Bisa saja sebuah SLB memiliki kompetensi tata boga, tetapi siswanya justru lebih berminat pada otomotif atau tata rias. Melalui Rumah Solusi, kebutuhan tersebut bisa dipetakan dan disinergikan dengan sekolah yang tepat,” jelasnya.