Khofifah Puji SMKN 1 Buduran, Lulusan Siap Kerja Bahkan Direkrut Sebelum Wisuda

pendidikan | 10 Februari 2026 14:14

Khofifah Puji SMKN 1 Buduran, Lulusan Siap Kerja Bahkan Direkrut Sebelum Wisuda
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kunjungan ke SMK N 1 Buduran. (dok detik)

SIDOARJO, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sistem pembelajaran di SMK Negeri 1 Buduran, Sidoarjo, yang dinilai berhasil mencetak lulusan siap kerja dan berdaya saing tinggi. Bahkan, sejumlah siswa telah direkrut industri sebelum resmi lulus sekolah.

 

Khofifah menegaskan, kunci keberhasilan lulusan SMK terletak pada employability atau kesiapan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Menurutnya, model pembelajaran yang memadukan teori dan praktik lapangan menjadi faktor utama. Dilansir dari detik.com, Selasa, (10/2/2026).

 

“Employability itu penting. Di SMKN 1 Buduran, satu minggu belajar di kelas dan dua minggu praktik langsung di lapangan. Ini luar biasa,” ujar Khofifah saat kunjungan ke sekolah tersebut, Senin, (9/2/2026).

 

 

 

Ia menyebut siswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga melayani masyarakat secara langsung sesuai kompetensi keahlian. Mulai dari tata boga yang membuka resto dan kafe untuk umum, perhotelan, tata busana, hingga kecantikan dan tata rambut.

 

“Bukan sekadar magang, mereka benar-benar praktik melayani publik. Kepercayaan diri tumbuh karena sudah terbiasa berhadapan dengan pelanggan,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa tingginya serapan lulusan SMK sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, khususnya digitalisasi.

 

“Perhotelan, pariwisata, kuliner, dan tata busana tidak pernah habis. Sekarang ditopang pemasaran digital, pasarnya makin luas,” kata Aries.

 

Ia mencontohkan produk tata boga dan karya busana siswa yang telah dipasarkan secara online. Menurutnya, siswa tidak hanya disiapkan menjadi tenaga kerja industri, tetapi juga wirausaha mandiri.

 

 

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Buduran, Agustina, mengungkapkan tingkat serapan lulusan sekolahnya mencapai sekitar 97,5 persen. Sebagian besar bekerja, sisanya berwirausaha dan melanjutkan pendidikan.

 

“Bahkan siswa kelas XI sudah ada yang membuka jasa salon panggilan dari rumah ke rumah. Sejumlah industri juga sudah melakukan rekrutmen lebih awal ke sekolah,” ujarnya.

 

Sekitar 30 persen lulusan SMKN 1 Buduran melanjutkan ke perguruan tinggi. Sekolah juga menyiapkan aplikasi khusus untuk menghubungkan lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

 

“Target kami jelas, anak-anak punya masa depan pasti—bekerja, berwirausaha, atau kuliah,” pungkas Agustina. (ivan)