Fournier’s Gangrene merupakan infeksi jaringan lunak yang berkembang cepat dan dapat menyebabkan kematian jaringan. Gejalanya antara lain pembengkakan pada area genital, perubahan warna kulit menjadi kehitaman, demam, serta bau tidak sedap akibat jaringan yang mengalami kerusakan.
Ia mengungkapkan, banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan diagnosis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kesalahan identifikasi membuat infeksi berkembang lebih luas dan memperparah kondisi pasien.
Selain itu, penelitian tersebut menemukan mayoritas pasien memiliki riwayat diabetes yang tidak terkontrol. Kadar gula darah tinggi menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga infeksi bakteri lebih mudah berkembang dan mempercepat kerusakan jaringan.
“Jika diabetes tidak terkontrol, risiko komplikasi infeksi meningkat. Karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk cepat mengenali tanda awal penyakit ini,” jelasnya.