Menurutnya, diagnosis dini dan penanganan agresif menjadi kunci utama menyelamatkan pasien. Tindakan operasi debridement atau pengangkatan jaringan mati harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghentikan penyebaran infeksi.
Pihak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga turut mengapresiasi capaian tersebut. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi juga berkontribusi memperkuat sistem deteksi dini dan penanganan Fournier’s Gangrene, khususnya di layanan kesehatan tingkat pertama.
Riset ini sekaligus menjadi kontribusi penting bagi dunia medis, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit langka yang kerap terlambat dikenali namun memiliki risiko kematian tinggi. (ivan)