Khofifah Gaspol Program “Mama Mau Naik Kelas”, Mutu Pendidikan Madura Digenjot

pendidikan | 04 Maret 2026 17:19

Khofifah Gaspol Program “Mama Mau Naik Kelas”, Mutu Pendidikan Madura Digenjot
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginisiasi percepatan peningkatan mutu pendidikan di wilayah Pulau Madura melalui program “Mama Mau Naik Kelas”.

 

Program tersebut merupakan akronim dari Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus daya saing lulusan pendidikan menengah di Madura. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (4/2/2026).

 

“Jadi bukan ini maju atau tidak maju, tapi bahwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia Mama Mau Naik Kelas yakni Madura maju, Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu, (4/3/2026).

 

 

 

Menurutnya, program ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

 

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan. Di antaranya penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), pendataan serta pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), hingga penguatan akademik menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

 

Pemprov Jatim juga menggelar asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala yang disertai analisis hasil, guna meningkatkan kesiapan siswa menembus perguruan tinggi negeri.

 

Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswanya secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.

 

“Kalau target yang diterima dua kali dari tahun lalu, akan ada reward. Reward-nya infrastruktur di masing-masing sekolah. Insya Allah akan kita lakukan revitalisasi secara lebih komprehensif,” tegasnya.

 

 

 

Saat ini, Pemprov Jatim telah melakukan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura dengan total anggaran Rp47,83 miliar.

 

Rinciannya meliputi 13 SMA dan tiga SMK di Kabupaten Bangkalan, tujuh SMA, lima SMK, dan tiga SLB di Kabupaten Sampang, lima SMA dan delapan SMK di Kabupaten Pamekasan, serta 11 SMA, tiga SMK, dan dua SLB di Kabupaten Sumenep.

 

Revitalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan akses dan mutu pendidikan menengah serta pendidikan khusus.

 

“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi peningkatan kualitas layanan pendidikan. Siswa dan guru harus merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung fasilitas penunjang yang komprehensif,” ujar Khofifah.

 

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat dalam mendorong percepatan pembangunan SDM Madura agar benar-benar naik kelas secara terukur dan berkelanjutan. (ivan)