MADIUN, PustakaJC.co - Sebanyak 134 pelajar dari jenjang SD hingga SMA ambil bagian dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Catur Piala Wali Kota Madiun 2026 yang digelar di Pujasera GOR Stadion Wilis, Minggu, (29/3/2026).
Turnamen yang diselenggarakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) bersama Pemkot Madiun ini menjadi sorotan di tengah maraknya game online. Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Mas Kahono Pekik, menyebut ajang tersebut sebagai ruang positif bagi generasi muda. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (30/3/2026).
“Di tengah gempuran game online, anak-anak ini masih memilih permainan yang mengandalkan pikiran dan strategi. Ini luar biasa,” ujarnya saat meninjau pertandingan.
Ia menegaskan, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi menjadi fondasi penting dalam regenerasi atlet catur di Kota Madiun. Menurutnya, pembinaan harus dimulai sejak dini, terutama dari tingkat sekolah dasar.
“Ke depan, peserta dari tingkat SD harus lebih banyak. Karena dari situlah pembinaan atlet dimulai,” tegasnya.
Tak hanya soal prestasi, catur juga dinilai mampu membentuk karakter siswa agar tidak bergantung pada permainan daring. Bahkan, Pemkot Madiun mulai melihat potensi ajang ini sebagai bagian dari pengembangan sport tourism.
“Dengan kemasan berskala nasional, event catur diyakini mampu menjadi magnet wisatawan ke Kota Madiun,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Percasi Kota Madiun, Sofian Hadi, menyebut Kejurkot ini sebagai tahap awal seleksi menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang akan digelar di Pacitan pada Mei mendatang.
“Dari kejuaraan ini akan kami seleksi atlet terbaik untuk mewakili Kota Madiun di tingkat provinsi,” katanya.
Untuk mematangkan persiapan, Percasi rutin menggelar latihan di tiga kecamatan serta membuka pelatihan gratis setiap akhir pekan.
Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan pembinaan berkelanjutan bagi pecatur muda di Kota Madiun. (ivan)