Khofifah Buka Ajang Talenta Jatim 2026, Bidik Sapu Bersih Prestasi Nasional

pendidikan | 06 April 2026 15:02

Khofifah Buka Ajang Talenta Jatim 2026, Bidik Sapu Bersih Prestasi Nasional
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat membuka Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 di Airlangga Convention Center, Surabaya. (dok kominfo)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 di Airlangga Convention Center, Sabtu, (4/4/2026). Ajang ini menjadi panggung besar bagi ribuan siswa untuk unjuk kemampuan sekaligus menegaskan ambisi Jatim di level nasional.

 

Sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SLB ambil bagian dalam kompetisi lintas bidang, mulai olahraga, seni, sains, inovasi, hingga vokasi. Tak sekadar lomba, ajang ini juga difungsikan sebagai wadah menghimpun dan memetakan talenta unggul daerah. Dilansir dari kominfojatim.go.id, (6/4/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar talenta muda Jatim mampu menembus level nasional bahkan internasional. Ia juga mengajak seluruh elemen mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar berjalan lancar dan transparan.

 

Pemprov Jatim turut meluncurkan bantuan rumah bagi tenaga pendidik serta menyalurkan berbagai bantuan pendidikan. Di antaranya diberikan kepada guru, 40 siswa berprestasi dari SMA/SMK Negeri, SLB, hingga madrasah, serta bantuan perbaikan sekolah rusak di SMKN 1 Ampel Gading, Malang.

 

 

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan prestasi siswa. Ia optimistis Jawa Timur mampu mendominasi ajang nasional tahun ini.

 

“Insyaallah, tahun ini kami menargetkan tujuh ajang prestasi dapat diraih semuanya oleh Jawa Timur,” tegasnya.

 

Sementara itu, tantangan besar muncul pada pelaksanaan SPMB 2026. Dari total 618.479 lulusan SMP/sederajat, daya tampung sekolah negeri hanya sekitar 244.621 kursi—terdiri dari 121.538 di SMA dan 123.083 di SMK. Artinya, lebih dari separuh lulusan harus mencari alternatif di luar sekolah negeri.

 

Untuk itu, Pemprov mendorong peran sekolah swasta dan perluasan beasiswa bagi siswa dari keluarga prasejahtera. Tahun sebelumnya, sekitar 60,45 persen siswa yang tidak tertampung berhasil melanjutkan pendidikan melalui skema tersebut.

 

Di sisi lain, Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen RI, Maria Veronica Irene Herdjiono, menilai manajemen talenta murid di Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat.

 

 

 

Namun ia mengingatkan, keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen daerah.

 

“Jika tidak didukung penuh, manajemen talenta murid hanya akan menjadi kebijakan di atas kertas,” pungkasnya. (ivan)