Kartini Jadi Inspirasi, Kadin Jatim Dorong Perempuan Merdeka dan Tangguh Ekonomi

pendidikan | 29 April 2026 07:36

Kartini Jadi Inspirasi, Kadin Jatim Dorong Perempuan Merdeka dan Tangguh Ekonomi
Suasana peringatan Hari Kartini 2026 di Ciputra World Surabaya, Selasa, (28/4/2026), yang digelar Kadin Jawa Timur. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa R.A. Kartini meninggalkan pesan penting tentang kemerdekaan perempuan dalam berpikir, belajar, dan menentukan masa depan.

 

Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Kartini 2026 bertema “Kartini Masa Kini, Cerdas Digital dan Tangguh Secara Finansial” yang digelar Bidang Pemberdayaan Perempuan Kadin Jatim di Ciputra World, Selasa, (28/4/2026).

 

Menurut Adik, terdapat tiga gagasan besar dari Kartini yang masih relevan hingga saat ini, yakni pendidikan sebagai jalan menuju kebebasan, kesetaraan gender, serta kemampuan berpikir maju tanpa meninggalkan akar tradisi. Dilansir dari kominfojatin.go.id, Rabu, (29/4/2026).

 

“Kartini melawan bukan dengan konflik, tetapi dengan cara berpikir,” ujarnya.

 

 

 

Ia menegaskan bahwa kesetaraan tidak dimaknai sebagai upaya untuk saling menggantikan atau mengalahkan, melainkan sebagai keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan. Sementara itu, berpikir maju tetap harus disertai dengan sikap kritis terhadap tradisi yang menghambat kemajuan, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

 

Terkait pemberdayaan perempuan, Adik menjelaskan bahwa Kadin Jatim mulai April hingga akhir 2026 menjalankan program pelatihan khusus bagi perempuan dan penyandang disabilitas yang akan masuk ke sektor industri ritel.

 

“Kita akan membantu mencarikan industri ritel yang mau menerima para perempuan yang memasuki dunia kerja. Tahun ini kita menargetkan 800 peserta, termasuk penyandang disabilitas. Jika berjalan baik, akan kita lanjutkan pada 2027 dengan 1.000 perempuan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan Kadin Jatim, Pinky Saptandari, menilai perempuan saat ini tidak hanya dituntut tangguh secara finansial, tetapi juga memiliki kemandirian dan otonomi dalam menentukan pilihan hidup.

 

 

Peringatan Hari Kartini ini, menurutnya, menjadi momentum untuk melanjutkan perjuangan Kartini dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan emansipatif.

 

“Tugas kita bersama adalah melanjutkan cita-cita Kartini untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan emansipatif,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kadin Jatim dalam berbagai program pemberdayaan perempuan.

 

“Tidak ada yang boleh tertinggal, termasuk perempuan dan anak disabilitas yang harus menikmati manfaat pembangunan,” katanya.

 

Kegiatan tersebut dibuka dengan penampilan Tari Jaranan oleh anak-anak down syndrome. Acara juga diisi fashion show yang melibatkan 50 peserta dari 13 komunitas, di antaranya IWAPI DPC Surabaya, Dekranasda Probolinggo, Srikandi Repnas Jatim, serta penyerahan plakat kepada mitra. (ivan)