Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan

pendidikan | 16 Mei 2026 08:04

Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan
Khofifah Indar Parawansa didampingi Aries Agung Paewai saat meresmikan revitalisasi 45 sekolah di Tulungagung. (dok surabayapagi)

TULUNGAGUNG, PustakaJC.co – Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi 45 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung, Kamis, (14/5/2026).

 

Program revitalisasi tersebut menelan anggaran sebesar Rp46,9 miliar. Rinciannya, Tulungagung mendapat alokasi Rp23,2 miliar untuk 20 sekolah, Trenggalek Rp8,5 miliar untuk 11 sekolah, dan Pacitan Rp15,1 miliar untuk 13 sekolah. Dilansir dari surabayapagi.com, Sabtu, (16/5/2026).

 

Khofifah menegaskan revitalisasi ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mendorong transformasi pendidikan di Jawa Timur.

 

“Perhatian terhadap pendidikan tidak setengah-setengah. Siswa harus belajar di lingkungan yang aman dan sehat sehingga memuliakan martabat mereka sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

 

 

 

Ia menjelaskan, program tersebut mencakup perbaikan ruang kelas, toilet, laboratorium, ruang administrasi, pembangunan ruang kelas baru, hingga perpustakaan untuk SMA.

 

Sementara untuk SMK meliputi pembangunan ruang praktik siswa, ruang komputer, UKS, ruang BK, ruang OSIS, serta laboratorium. Adapun SLB mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang keterampilan, fasilitas ibadah, hingga perpustakaan.

 

Menurut Khofifah, revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi peserta didik.

 

“Ini bukan hanya mengecat dinding atau memperbaiki gedung, tetapi upaya menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Jawa Timur,” katanya.

 

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan mutu pembelajaran melalui perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

 

“Bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas agar siswa lebih semangat dan produktif,” ujarnya.

 

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyatakan dukungannya terhadap sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan pemangku kepentingan dalam memajukan sektor pendidikan.

 

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti serta penyerahan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa SMA/SMK dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. (ivan)