Dispendik Surabaya Buka Bertahap Jalur Prestasi SPMB SMP Negeri 2026

pendidikan | 23 Mei 2026 20:06

Dispendik Surabaya Buka Bertahap Jalur Prestasi SPMB SMP Negeri 2026
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan jalur prestasi akademik dan nonakademik dalam SPMB 2026 akan dibuka secara bertahap. (dok radarsurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) menyiapkan mekanisme seleksi bertahap pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP Negeri. Skema tersebut diterapkan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi calon siswa yang ingin masuk melalui jalur prestasi, Sabtu (23/5/2026).

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa kuota jalur prestasi dalam SPMB tahun ini mencapai 35 persen. Kuota tersebut dibagi menjadi tiga subjalur, yakni prestasi akademik sebesar 20 persen, perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci 3 persen.

“Jadi ada tiga subjalur di situ. Nilai prestasi akademik 20 persen dari total kuota, lalu perlombaan dan pertandingan 12 persen, dan penghafal kitab suci 3 persen,” ujar Febrina. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Febrina, Dispendik sengaja menerapkan tahapan seleksi secara berurutan agar peluang peserta didik semakin terbuka. Jalur perlombaan dan penghafal kitab suci akan diproses lebih dahulu sebelum jalur prestasi akademik dibuka.

“Kita akan mendahulukan yang perlombaan dan penghafal kitab suci,” katanya.

Dengan sistem tersebut, peserta yang belum lolos di jalur perlombaan maupun penghafal kitab suci masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi pada jalur prestasi akademik.

“Artinya, kita juga memberi kesempatan yang luas. Jadi yang sudah mengambil perlombaan tapi ternyata belum beruntung, masih bisa masuk di jalur rapor,” jelasnya.

Selain menerapkan skema bertahap, Dispendik Surabaya juga melakukan perubahan pola penilaian pada jalur prestasi akademik. Tahun ini, penilaian tidak hanya mengacu pada nilai rapor, tetapi juga dikombinasikan dengan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Sekarang nilai prestasi akademik itu kita combine dengan hasil TKA,” ungkap Febrina.

Dalam mekanisme baru tersebut, nilai rapor memiliki bobot 60 persen, sedangkan hasil TKA sebesar 40 persen. Adapun hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 26 Mei 2026.

“Hasil TKA nanti kita proporsi 40 persen. Sisanya adalah nilai rapor yang diproduksi masing-masing sekolah,” paparnya.

Sementara itu, pada jalur prestasi nonakademik, Dispendik membedakan penilaian antara kompetisi berjenjang dan open tournament. Kompetisi resmi berjenjang yang diselenggarakan pemerintah disebut memiliki poin lebih tinggi dibanding turnamen terbuka.

“Jenjang itu mulai tingkat kecamatan, kota, provinsi sampai nasional. Jadi poinnya jauh lebih besar dibanding open tournament,” terangnya.

Sebagai informasi, pendaftaran jalur prestasi perlombaan dan penghafal kitab suci akan dibuka pada 27–29 Juni 2026 dengan pengumuman hasil pada 30 Juni 2026. Sementara jalur prestasi akademik dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026 dan diumumkan pada 4 Juli 2026. (frchn)