Selain itu, Arumi mengutip hasil penelitian Universitas Negeri Surabaya tahun 2024 terhadap 355 siswa SMP yang menunjukkan rata-rata anak menghabiskan waktu sekitar 5,9 jam per hari di depan layar. Sebagian besar penggunaan perangkat digital dilakukan untuk media sosial dan bermain gim, sementara pemanfaatan untuk kegiatan belajar masih relatif rendah.
Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan dapat memicu berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan kesehatan fisik, berkurangnya aktivitas sosial, gangguan tidur, hingga masalah emosional pada anak.
“Anak-anak terlihat sibuk saat memegang gadget, tetapi secara emosional bisa merasa kesepian karena kurangnya interaksi sosial secara langsung,” katanya.