SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur meminta para guru memanfaatkan masa libur sekolah untuk meningkatkan kompetensi dan menyiapkan berbagai inovasi pembelajaran menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan dimulai pada 13 Juli mendatang.
Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan masa libur sekolah bukan sekadar jeda aktivitas belajar mengajar, melainkan momentum penting bagi para pendidik untuk memperkuat kapasitas diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Menurut Aries, dunia pendidikan saat ini bergerak sangat cepat seiring perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, hingga munculnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mulai masuk ke berbagai aspek kehidupan.
"Ketika siswa kembali ke sekolah, mereka harus bertemu guru yang lebih kompeten, lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih menginspirasi. Karena masa depan pendidikan ditentukan oleh guru yang terus belajar dan berkembang," ujarnya.
Aries menjelaskan terdapat tiga target utama yang ingin dicapai pada tahun ajaran baru, yakni menciptakan guru yang lebih kompeten, lebih kreatif, dan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Data Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi menunjukkan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama pendidikan nasional. Pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis digital, termasuk AI generatif, mulai diperkenalkan untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih adaptif dan personal.
Karena itu, Dindik Jatim mendorong guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas proses belajar di kelas.
Selain penguasaan teknologi, guru juga didorong memperkuat kompetensi pedagogik, kemampuan komunikasi, literasi digital, serta pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha yang kini mendominasi ruang kelas.
Dindik Jatim mencatat saat ini Jawa Timur memiliki lebih dari 1.500 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta dengan ratusan ribu peserta didik yang membutuhkan layanan pendidikan berkualitas.
Karena itu, peningkatan kapasitas guru dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mendukung target pembangunan sumber daya manusia unggul di Jawa Timur.
Aries juga menekankan bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu harus berbentuk teknologi canggih. Inovasi dapat hadir melalui metode mengajar yang lebih menarik, pendekatan kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, hingga penguatan pendidikan karakter.
"Dunia berubah sangat cepat. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu membimbing siswa menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks," katanya.
Dengan memanfaatkan masa libur sekolah untuk belajar dan meningkatkan kompetensi, Dindik Jatim berharap para guru dapat menyambut tahun ajaran baru dengan semangat baru, metode baru, dan inovasi baru yang mampu menciptakan pembelajaran lebih berkualitas.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, serta siap bersaing di era digital.
(int)