SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mengimbau seluruh satuan pendidikan memanfaatkan masa libur sekolah untuk melaksanakan kerja bakti dalam program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indonesia).
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan masa libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 11 Juli 2026 menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan lingkungan sekolah secara menyeluruh sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli mendatang.
Menurutnya, libur sekolah tidak hanya menjadi waktu istirahat bagi siswa dan guru, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar lebih nyaman dan mendukung proses belajar mengajar.
"Kami mendorong sekolah memanfaatkan libur ini untuk kerja bakti dalam Gerakan Indonesia ASRI. Lingkungan sekolah harus benar-benar siap menyambut tahun ajaran baru," ujar Febri, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian antara lain pembersihan gudang yang masih menyimpan barang-barang tidak terpakai, penataan ruang yang kurang rapi, hingga optimalisasi area sekolah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk memperhatikan ruang terbuka hijau seperti taman, kebun sekolah, dan lahan yang dapat digunakan untuk kegiatan bercocok tanam. Fasilitas pendukung seperti kolam ikan dan sarana lainnya juga diharapkan mendapat perawatan selama masa liburan.
"Selain itu, ruang terbuka hijau seperti taman, kebun sekolah, dan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam juga diharapkan dapat dibersihkan dan dikembangkan, termasuk sarana pendukung seperti kolam ikan dan fasilitas lainnya," imbuhnya.
Perawatan bangunan sekolah turut menjadi fokus dalam kegiatan tersebut. Mulai dari pengecatan ulang dinding yang mulai kusam, perbaikan saluran air, hingga penanganan fasilitas yang terdampak hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Febrina juga meminta kepala sekolah mengoordinasikan keterlibatan guru dan seluruh warga sekolah dalam kegiatan gotong royong tersebut. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan tertata akan memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar peserta didik.
Ia berharap suasana sekolah yang lebih nyaman dan asri dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal saat siswa kembali masuk sekolah.
"Dengan lingkungan yang lebih segar dan nyaman, kami berharap siswa dapat kembali belajar dengan suasana yang lebih kondusif dan optimal," pungkasnya. (nov)