SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan Sekolah Rakyat (SR) melalui program pendampingan psikolog secara berkala. Langkah tersebut disiapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setiap Sekolah Rakyat akan menghadirkan psikolog sedikitnya satu kali setiap bulan. Pendampingan tersebut bertujuan membangun komunikasi yang sehat, memperkuat interaksi sosial antarsiswa, serta mencegah munculnya tindakan kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah berasrama. Dilansir dari kompas.com, Kamis, (30/7/2026).
Menurut Khofifah, kehadiran psikolog akan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karakter peserta didik. Selain memberikan konseling, psikolog juga akan membantu siswa memahami pentingnya saling menghormati, gotong royong, empati, dan keterbukaan dalam berinteraksi sehari-hari.
Ia menjelaskan, pembinaan karakter di Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung, tetapi juga melalui aktivitas keseharian di asrama. Para siswa akan dibiasakan untuk saling peduli, membantu teman, serta membangun disiplin dalam menjalankan aktivitas harian.
“Kalau ada temannya yang belum bangun ketika waktunya bersiap ke sekolah, mereka diharapkan saling mengingatkan. Begitu juga saat mengantre atau menjalankan aturan asrama, semuanya menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan,” ujar Khofifah saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Tuban, Rabu, (29/7/2026).