SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menjadikan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo sebagai materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah Bung Karno dan nilai-nilai perjuangannya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan buku tersebut akan disebarluaskan secara masif dan diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemkot Surabaya.
"Dengan segala kerendahan hati saya, kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Saya juga meminta kepada Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan agar ada satu sampai dua jam mata pelajaran yang wajib dilakukan di setiap sekolah SD dan SMP yang menceritakan tentang buku itu," ujarnya.
Menurut Eri, buku tersebut diharapkan menjadi sarana bagi para pelajar untuk memahami sejarah perjuangan Bung Karno sekaligus mewarisi semangat perjuangannya.
Karena itu, materi mengenai Bung Karno nantinya akan menjadi bagian dari pembelajaran wajib di sekolah, baik melalui mata pelajaran sejarah maupun kegiatan ekstrakurikuler.
"Sejarah itu harus kita ingatkan. Sejarah itu harus selalu ada di dalam hati. Karena itu ada pesan jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kalau sudah melupakan sejarah, maka kota itu akan kehilangan arah," katanya.
Eri juga menegaskan bahwa sebagai kota kelahiran Proklamator RI, Surabaya memiliki tanggung jawab untuk menanamkan semangat perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, menilai buku tersebut dapat menjadi media bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah Bung Karno melalui pendekatan akademis yang kuat.
Ia menjelaskan, penyusunan buku dilakukan berdasarkan riset yang menelusuri berbagai arsip, perpustakaan, dan museum, baik di Indonesia maupun Belanda.
Senada dengan itu, Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga, Prof. Purnawan Basundoro, mengatakan buku tersebut layak menjadi referensi bagi pelajar Surabaya karena secara khusus mengulas hubungan Bung Karno dengan Kota Pahlawan sejak lahir hingga akhir hayatnya.
Menurutnya, buku tersebut dapat membantu meningkatkan minat pelajar terhadap sejarah sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai kota kelahiran Bung Karno.
Buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo ditulis oleh Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta. Selain versi cetak, buku tersebut juga tersedia dalam format digital yang dapat diakses masyarakat. (nov)